DENGARKAN BERITA DISINI!
MARGA KENCANA – Dalam upaya mewujudkan kemandirian pupuk dan ketahanan pangan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Periode ke-16 Kelompok 46 melaksanakan kegiatan edukasi dan pelatihan pembuatan pupuk biokompos di Tiyuh Marga Kencana pada tahun 2026.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepalo Tiyuh Marga Kencana, Bapak Babinsa, serta elemen masyarakat setempat. Pelatihan ini memanfaatkan potensi limbah lokal yang melimpah di desa, yakni sekam padi dan kotoran hewan (kohe) kambing, yang selama ini belum teroptimalkan secara maksimal.
Dalam edukasi tersebut, mahasiswa ITERA mempraktikkan cara pembuatan biokompos dengan formula yang sederhana namun efektif:
-
Perbandingan Bahan: Mencampurkan sekam padi dan kotoran kambing dengan rasio 10:3 (10 kg sekam padi banding 3 kg kohe). Masyarakat juga dapat menambahkan sampah rumah tangga seperti sisa sayuran.
-
Cairan Aktivator: Menggunakan larutan EM4 (mikroorganisme) dan molase (tetes tebu) sebagai dekomposer. Menariknya, molase dapat diganti dengan gula merah jika sulit didapat. Perbandingannya adalah 10 ml EM4 dan 10 ml molase untuk setiap 1 liter air bersih.
-
Proses Pencampuran: Bahan organik yang telah dicampur rata disiram dengan larutan aktivator hingga mencapai kondisi lembap (tidak terlalu basah).
-
Fermentasi: Bahan tersebut kemudian ditutup rapat atau dimasukkan ke dalam karung untuk proses fermentasi selama 2 hingga 4 minggu. Selama proses ini, disarankan untuk mengaduk campuran setiap beberapa hari sekali guna mengeluarkan gas dan panas hasil penguraian.
Menuju Kemandirian Pangan Kepalo Tiyuh Marga Kencana menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para mahasiswa KKN ITERA. Beliau berharap melalui ilmu yang dibagikan, Tiyuh Marga Kencana dapat menjadi desa yang mandiri pupuk sehingga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah.
"Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal bagi Tiyuh Marga Kencana untuk mewujudkan swasembada pangan, baik di bidang pertanian, peternakan, maupun hortikultura," ujar beliau dalam sambutannya.
Diharapkan dengan adanya inovasi biokompos ini, biaya produksi pertanian masyarakat dapat ditekan sekaligus memperbaiki kualitas unsur hara tanah di lingkungan Tiyuh Marga Kencana.
Proses detail pembuatan dan keseruan kegiatan ini dapat Anda saksikan langsung melalui tayangan video di kanal YouTube Official Tiyuh Marga Kencana melalui tautan berikut: https://youtu.be/pxLsN8xMJ1E