DENGARKAN BERITA DISINI!
Marga Kencana, 05 Februari 2026 - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Kelompok 46 Institut Teknologi Sumatera (ITERA) telah melaksanakan dua program kerja pokok sebagai upaya mendukung pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan limbah pertanian di Tiyuh Marga Kencana. Program tersebut meliputi penanaman lubang biopori dan sosialisasi pembuatan briket dari sekam padi. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan solusi sederhana, aplikatif, dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Penanaman Lubang Biopori

Mahasiswa KKN PPM 46 ITERA melaksanakan program penanaman lubang biopori di enam titik strategis di Tiyuh Marga Kencana. Lokasi tersebut meliputi Balai Tiyuh Marga Kencana, rumah Kepalo Tiyuh Bapak Supriyadi, rumah Ibu RT, rumah Bapak Supardi, serta Masjid Nurul Huda yang dipasang pada dua titik. Penentuan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan area yang sering terjadi genangan air serta lokasi yang mudah dijangkau masyarakat sebagai contoh penerapan biopori di lingkungan sekitar.
Lubang biopori merupakan lubang resapan vertikal yang berfungsi untuk meningkatkan daya serap air ke dalam tanah. Pembuatan biopori diharapkan dapat membantu mengurangi genangan air saat musim hujan, meningkatkan resapan air tanah, serta membantu penguraian sampah organik rumah tangga. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang biopori akan terurai secara alami dan menghasilkan kompos yang bermanfaat bagi kesuburan tanah.
Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat memahami pentingnya pengelolaan air dan sampah organik secara sederhana dan berkelanjutan. Selain itu, penanaman biopori di lokasi fasilitas umum diharapkan menjadi contoh nyata yang dapat direplikasi oleh warga di lingkungan masing-masing.
Sosialisasi Pembuatan Bricket dari Sekam Padi
Selain program lingkungan, KKN PPM 46 ITERA juga melaksanakan sosialisasi pembuatan briket dari sekam padi dengan menyasar ibu-ibu di Tiyuh Marga Kencana. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah sekam padi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal menjadi produk olahan bernilai ekonomis.
Dalam kegiatan sosialisasi, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai proses pembuatan briket mulai dari pengolahan sekam padi, pencampuran bahan, hingga pencetakan dan pengeringan. Briket sekam padi dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis, sehingga berpotensi menjadi peluang usaha rumah tangga bagi masyarakat.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan limbah pertanian, serta membuka peluang pengembangan produk bernilai tambah di tingkat rumah tangga. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan keterampilan baru dan memaksimalkan potensi sumber daya lokal yang tersedia.